Thanks For Visit My Blog :D

Kamis, 11 April 2013

Penyebab Penyalahgunaan NAPZA (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif Lain)


saynotoNAPZA
Dalam data tahun 2001-2006 tercatat jumlah kasus narkoba meningkat dari 3.617 pada tahun 2001 menjadi 17.355 kasus pada tahun 2006, dengan kenaikan rata-rata kasus sebesar 42,4% per tahun. Dari kasus-kasus tersebut, tercatat bahwa jumlah tersangka meningkat dari 4.924 orang pada tahun 2001 menjadi 31.635 orang pada tahun 2006 atau meningkat rata-rata 49,5% per tahun. Besar juga kan peningkatannya? -_-
Barang bukti narkoba yang disita dari tahun 2001-2006 terdiri dari ganja dan devrivatnya sebanyak 155,9 ton dan 1.974.541 batang ganja, sedangkan jenis Narkotika heroin sebanyak 102,4 kg, kokain sebanyak 69,4 kg dan hashish sebanyak 13 kg. Jumlah psikotropika jenis ATS yang terdiri dari ekstasi berjumlah 1.236.127 tablet, shabu sebanyak 1.729,3 kg dan yang termasuk dalam daftar G sebanyak 5.108.132 tablet.
NAPZA (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Zat Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).
Penyebab penyalahgunaan NAPZA sangat kompleks akibat interaksi antara faktor yang terkait dengan individu, faktor lingkungan dan faktor tersedianya zat (NAPZA). Tidak terdapat adanya penyebab tunggal (single cause) dalam hal penyalahgunaan napza.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan NAPZA adalah sebagian berikut:
1.   Faktor Individu
Kebanyakan penyalahgunaan NAPZA dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan NAPZA. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA.
2.   Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik di sekitar rumah, sekolah, teman sebaya maupun masyarakat. Faktor lingkungan yang ikut menjadi penyebab seorang anak atau remaja menjadi penyalahgunaan NAPZA antara lain adalah:
a.  Lingkungan Keluarga
  • Komunikasi orang tua-anak kurang baik
  • Hubungan dalam keluarga kurang harmonis/disfungsi dalam keluarga
  • Orang tua bercerai, berselingkuh atau kawin lagi
  • Orang tua terlalu sibuk atau tidak acuh
  • Orang tua otoriter atau serba melarang
  • Orang tua yang serba membolehkan (permisif)
  • Kurangnya orang yang dapat dijadikan model atau teladan
  • Orang tua kurang peduli dan tidak tahu dengan masalah NAPZA
  • Tata tertib atau disiplin keluarga yang selalu berubah (tidak konsisten)
  • Kurangnya kehidupan beragama atau menjalankan ibadah dalam keluarga
  • Orang tua atau anggota keluarga yang menjadi penyalahguna NAPZA.
b.  Lingkungan Sekolah
  • Sekolah yang kurang disiplin
  • Sekolah yang terletak dekat tempat hiburan dan penjual NAPZA
  • Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif
  • Adanya murid pengguna NAPZA
c.  Lingkungan Teman Pergaulan
  • Berteman dengan pengguna narkoba
  • Tekanan atau ancaman teman kelompok atau pengedar narkoba
d.  Lingkungan masyarakat / sosial
  •  Lemahnya penegakan hukum
  • Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung
3.   Faktor NAPZA
a.  Mudahnya NAPZA didapat di mana-mana dengan harga terjangkau
b. Banyaknya iklan minuman beralkohol dan rokok yang menarik untuk dicoba
c. Khasiat farmakologik NAPZA yang menenangkan, menghilangkan nyeri, menidurkan, membuat euforia / fly / stone / high / teler dan lain-lain.
Faktor-faktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor di atas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. Penyalahguna NAPZA harus dipelajari kasus demi kasus.
Faktor individu, faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya/pergaulan tidak se lalu sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA. Karena faktor pergaulan, bisa saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan cukup kominikatif menjadi penyalahguna NAPZA.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews